Tampilkan postingan dengan label ASKEB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASKEB. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Oktober 2013

Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan Anemia Ringan

Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan Anemia Ringan
Jumat, 03 Mei 2013
LANDASAN TEORI
I. Pengertian
a. Pengertian anemia menurut Prof.Dr.DSOG.Sarwono Prawirohardjo adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11g/dl pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10,5g% pada trimester 2. Nilai batas tersebut terjadi karena hemodilusi, terutama pada trimester 2.
b. Pengertian anemia menurut
http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid:798 adalah penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14g/dl dan eritrosit kurang dari 41% pada pria maka pria tersebut dikatakan anemia. Demikian pula pada wanita, wanita yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12g/dl dan eritrosit kurang dari 37% maka wanita itu dikatakan anemia.
II. Jenis-Jenis Anemia
a. Menurut Prof.Dr.DSOG.Sarwono Prawirohardjo anemia dapat digolongkan menjadi :
a. Anemia Defisiensi Besi (Fe)
Anemia yang disebabkan kekurangan zat besi
b. Anemia Megaloblastik
Anemia yang disebabkan kekurangan asan folik
c. Anemia Hipoplastik
Anemia yang disebabkan karena hipofungsi sumsum tulang
d. Anemia Hemolitik
Anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.
b. Menurut
http://www.tabloidnova.com/artisle.asp?id=12496 terdapat dua tipe anemia yang dikenal :
a. Anemia Gizi
Biasanya terjadi akibat adanya defisiensi zat besi yang diperlukan dalam pembentukan dan produksi sel darah merah. Anemia gizi sendiri ada beberapa macam seperti anemia besi, anemia gizi vitamin E, Anemia gizi asam folat, anemia gizi vitamin B12, Anemia gizi vitamin B6.
b. Anemia Non Gizi adalah kurang darah yang disebabkan karena adanya perdarahan ( luka, menstruasi, dan lain-lain) atau penyakit darah yang bersifat genetik seperti hemofilia, thalasemia, penyakit ini dapat menimbulkan kondisi anemia.
III. Penyebab
Anemia umumnya disebabkan :
a. Kekurangan zat besi, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C dan asam folat
b. Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal
c. Perdarahan kronik
d. Penghancuran sel darah merah
e. Kehilangan darah akibat perdarahan dalam atau siklus haid wanita
f. Penyakit kronik : TBC, Paru, Cacing Usus
g. Penyakit darah yang bersifat genetik : hemofilia. Thalasemia
h. Parasit dan penyakit lain yang merusak darah : malaria
i. Terlalu sering menjadi donor darah
j. Gangguan penyerapan nutrisi (malabsorbsi)
k. Infeksi HIV
IV. Gejala
Untuk mengenali adanya anemia kita dapat melihat dengan adanya gejala-gejala seperti : keluhan letih, lemah, lesu, dan loyo yang berkepanjangan merupakan gejala khas yang menyertai anemia. Selain gejala-gejala tersebut biasanya juga akan muncul keluhan sering sakit kepala, sulit konsentrasi, muka-bibir-kelopak mata tampak pucat, telapak tangan tidak merah, nafas terasa pendek, kehilangan selera makan serta daya kekebalan tubuh yang rendah sehingga mudah terserang penyakit. Jika anemia bertambah berat bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Pada hamil muda sering terjadi mual muntah yang lebih hebat.
V. Diagnosis Anemia Pada Kehamilan
Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda.
Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat suhu. Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut :
Hb 11 g% Tidak anemia
9-10 g% Anemia ringan
7-8 g% Anemia sedang
<7 g% Anemia berat
Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan, yaitu pada trimester I dan trimester III. Dengan pertimbangan bahwa setiap ibu hamil mengalami anemia, maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas.
VI. Pengaruh Anemia Pada Kehamilan Dan Janin
a. Pengaruh anemia terhadap kehamilan
1. Bahaya selama kehamilan
a. Dapat terjadi abortus
b. Persalinan prematuritas
c. Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
d. Mudah terjadi infeksi
e. Mudah dekompensasi cordis (Hb<6g%)
f. Mola hidatidosa
g. Hiperemesis gravidarum
h. Perdarahan antepartum
i. Ketuban pecah dini (KPD)
2. Bahaya Saat Persalinan
a. Gangguan HIS, kekuatan mengejan
b. Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi partus terlantar
c. Kala dua berlangsung lama sehinggan dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan
d. Kala uri dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan post partum karena atonia uteri.
e. Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri
3. Pada Masa Nifas
a. Terjadi sub inversio uteri menimbulkan perdarahan post partum
b. Memudahkan infeksi peurperium
c. Pengeluaran ASI berkurang
d. Terjadi dekompensasi cordis mendadak setelah persalinan
e. Anemia kala nifas
f. Mudah terjadi infeksi mamae
b. Bahaya terhadap janin
Hasil konsepsi membutuhkan zat besi dalam jumlah besar untuk pembuatan butir-butir darah merah dan pertumbuhannya, sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya, tetapi dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh sehingga menggangu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Anemia dapat menyebabkan gangguan dalam bentuk :
a. Abortus
b. Terjadi kematian intra uterin
c. Persalinan prematuritas tinggi
d. Berat badan lahir rendah
e. Kelahiran dengan anemia
f. Dapat terjadi cacat bawaan
g. Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal
h. Inteligensia rendah
VII. Pengobatan Anemia Dalam Kehamilan
Untuk menghitung terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui adanya infeksi parasit, pengobatan infeksi untuk cacing relatif mudah dan murah.
Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat. Contoh preparat Fe tersebut Arralat, Biosanbe, Iberet, Vitonal dan Hemaviton. Semua preparat tersebut dapat dibeli dengan bebas. Mengonsumsi suplemen panambah zat besi juga bisa mampu mencegah dan mengatasi anemia. Tetapi sebaiknya tidak bergantung pada obat atau suplemen penambah zat besi saja. Yang paling penting adalah menjaga pola makan yang baik dengan mengonsumsi bahan makanan yang kaya asam folat dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah yang dapat diperoleh dari daging, sayuran hijau dan susu.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN
TERHADAP Ny. K Di BPS PUTRI
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2007
I. Pengumpulan Data Dasar
A. Pengkajian
Identitas
Nama Istri : Ny.K Nama Suami : Tn. A
Umur : 26 Tahun Umur : 29 Tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku : Jawa Suku : Jawa
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Teratai No.20 Alamat : Jl. Teratai No.20
Kedaton B.Lampung Kedaton B.Lampung
B. Anamnesa pada tanggal 17 Juni 2007 Pukul 09.30 WIB
1. Alasan Kunjungan Saat Ini
Ibu mengatakan hamil anak pertama usia kehamilan 9 bulan mengeluh cepat lelah, sering BAK, susah tidur, pegal-pegal pada pinggang dan kaki, serta kadang-kadang perut terasa sesak dan tertekan.
2. Riwayat Menstruasi
Menarche : 13 Tahun
Siklus : 28 Hari
Lamanya : 6-7 Hari
Sifat darah : Merah, encer dan tidak menggumpal
Banyaknya : 2-3 kali ganti pembalut
HPHT : 4 Oktober 2006
TP : 11 Juli 2007
Usia kehamilan : 36 Minggu 4 Hari
Teratur/tidak : Teratur
3. Riwayat Perkawinan
Kawin : 1 Kali
Usia kawin pertama : 24 Tahun
Lama perkawinan : 2 Tahun
4. Riwayat Kehamilan Sekarang
a. Trimester I
ANC : 2 kali dibidan
Keluhan : Ibu mengatakan pusing, cepat lelah serta tidak nafsu
makan
Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari
Kalsium laktat 3×1 tablet/hari
Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari
b. Trimester II
ANC : 1 kali dibidan
Keluhan : Ibu mengatakan pegal-pegal dipinggang sampai kekaki, penglihatan berkunang-kunang dan cepat lelah
Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari
Kalsium laktat 3×1 tablet/hari
Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari
c. Trimester III
ANC : 2 kali dibidan
Keluhan : Ibu mengatakan cepat lelah, pegal-pegal dipinggang kadang-kadang perut teasa sesak
Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari
Kalsium laktat 3×1 tablet/hari
Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari
5. Riwayat Kesehatan
Ibu dan keluarga tidak ada yang mendrita penyakit menular dan menderita penyakit keturunan serta penyakit yang memerlukan perawatan khusus,
6. Riwayat Imunisasi
a. Ibu mendapat imunisasi TT1 pada usia kehamilan 16 minggu di BPS Putri
b. Ibu mendapat imunisasi TT2 pada usia kehamilan 20 minggu di BPS Putri
7. Riwayat Psikososial
a. Ibu senang dengan kehamilannya karena kehamilan ini sudah direncanakan
b. Ibu dan keluarga berharap semoga dalam kehamilan dan persalinannya nanti berjalan normal tidak ada halangan suatu apapun
8. Aktifitas Sehari-hari
a. Nutrisi
1. Sebelum hamil : Makan 3 kali sehari dengan porsi nasi, lauk, sayur
dan buah tetapi ibu minum 7-8 gelas/hari
2. Saat hamil : Ibu makan 2 kali sehari, ibu kurang nafsu makan,
ibu minum 7-8 gelas/hari
b. Eliminasi
1. Sebelum hamil : BAB : 1x/hari BAK : 3-4x/hari
2. Saat hamil : BAB : 1x/hari BAK : 6-7x/hari
c. Istirahat dan tidur
1. Sebelum hamil : Ibu tidur malam 7-8 jam/hari, tidur siang 1 jam
2. Saat hamil : Ibu tidur malam 5-6 jam/hari, tidur siang 1 jam
d. Personal Hygiene
Sebelum hamil dan saat hamil ibu mandi 2x sehari, ganti pakaian 2x sehari, keramas 2x/hari.
e. Aktifitas / olah raga
Ibu hanya mengerjakan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga, ibu jarang berolah raga, bila ibu bekerja terlalu berat ibu merasa pusing dan cepat lelah.
f. Seksualitas
Tidak ada keluhan, ibu melakukan hubungan seksualitas 1x/minggu
C. Pemeriksaan
1. Keadaan umum
a. Keadaan umum : Baik
b. Tanda-tanda vital
TD : 110/70 mmHg Nadi : 78x/menit
RR : 24x/menit temp : 370C
c. BB sebelum hamil : 50 Kg Kenaikan BB selama hamil : 12 Kg
BB saat hamil : 62 Kg
d. Tinggi badan : 155 cm
e. Ukuran LILA : 24 cm
2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
1. Rambut : Lurus, tidak ada ketombe, tidak mudah rontok dan keadaan bersih
2. Muka : Bentuk simetris, pucat, keadaan bersih tidak ada oedem
3. Mata : Bentuk simetris, tidak ada pembengkakan pada kelopak mata, konjungtiva pucat, sklera tidak ikterik, berfungsi dengan baik, keadaan bersih
4. Hidung : Bentuk simetris, keadaan bersih dan tidak ada pembesaran polip, berfungsi dengan baik
5. Mulut : Tidak ada kelainan pada mulut, tidak ada stomatitis, keadaan gigi bersih, tidak ada caries dan tidak ada pembesaran tonsil
6. Telinga : Bentuk simetris, keadaan bersih , fungsi pendengaran baik, daun telinga ada
7. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, kelenjar limfe dan tidak ada pembenhkakan vena jugularis
8. Dada : Bentuk simetris,pergerakan nafas teratus, tidak ada benjolan abnormal
9. Payudara : Membesar simetris, puting susu menonjol, hyperpigmentasi, tidak ada benjolan abnormal, kolostrum belum keluar , keadaan bersih
10. Abdomen : Bentuk simetris membesar sesuai usia kehamilan, tidak ada bekas operasi, keadaan bersih
11. Punggung : Segitiga signoid simetris, bentuk tulang simetris
12. Genitalia : Keadaan bersih, tidak ada haemoroid, tidak ada oedem, tidak ada varises
13. Ekstremitas
Atas : Bentuk simetris,tidak ada cacat, tidak ada oedem, keadaan bersih, jari-jari tangan lengkap
Bawah : Bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada oedem, berfungsi dengan baik, jari-jari kaki lengkap
b. Palpasi
1. Leopold I : TFU 34cm, pada fundus teraba lunak, kurang bundar, kurang melenting berarti bokong
Mc Donald : 34cm
TBJ : (34-12) x 155
= 22 x 155
= 3410 g
2. Leopold II : Perut ibu sebelah kiri traba lebar dan memberikan tahanan yang besar berarti punggung. Perut ibu sebelah kanan teraba bagian kecil-kecil yang berarti ekstremitas.
3. Leopold III : Bagian terbawah janin teraba keras, bundar melanting yang berarti kepala
4. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP, Posisi sejajar
c. Auskultasi
1. Jantung :Detak jantung teratur, tidak terdengar mur-mur
2. Paru-paru : Tidak terdengan ronchi dan wheezing
3. DJJ : Positif, tratur, 140x/menit
d. Perkusi
Reflek patella positif dan reflek babinski negatif
3. Pemeriksaan fisik
a. Hb : 9,4 g%
b. Protein urine : (-)
c. Reduksi urine : (-)
II. Interprestasi Data Dasar, Diagnosa, Masalah Dan Kebutuhan
1. Diagnosa
Ibu G1P0A0 hamil 36 minggu 4 hari, janin tunggal, hidup, intrauterin, bagian terendah kepala, dengan anemia ringan.
Dasar :
a. Ibu mengatakan pegal-pegalpada pinggang dan kaki, sering lelah, pusing, mata berkunang-kunang,
b. Hb : 9,4 g%
c. Ibu mengatakan hamil anak pertama
d. HPHT : 5 Oktober 2006
e. Leopold I : TFU 34cm TBJ : 3410g
f. Leopold II : Puki
g. Leopold III : Kepala
h. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP, posisi sejajar
i. DJJ : 140x/menit
2. Masalah
a. Gangguan aktifitas
Dasar :
1) Ibu merasakan kram pada kaki
2) Ibu mengatakan cepat lelah
b. Gangguan rasa nyaman
Dasar :
1) Ibu merasa cemas menjelang persalinan
2) Ibu mengatakan cepat lelah
3) Ibu mengatakan kurang istirahat
c. Gangguan pemenuhan nutrisi
1) Ibu terlihat pucat
2) Ibu mengatakan tidak nafsu makan
3) Ibu tampak lemas
3. Kebutuhan
a. Penyuluhan tentang perubahan fisiologis dalam kehamilan seperti gangguan pada pinggang dan kaki.
b. Penyuluhan tentang senam hamil dan latihan relaksasi.
c. Penyuluhan tentang kebutuhan gizi ibu hamil
d. Penyuluhan tentang persiapan persalinan.
e. Pemberian Fe untuk pengobatan anemia ringan serta pemberian vitamin B kompleks dan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi
III. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial
Potensial terjadi persalinan lama, terjadi infeksi, perdarahan antepartum, ketuban pecah dini (KPD), terjadi sub involusi uteri yang menimbulkan perdarahan antepartum, pengeluaran ASI kurang.
IV. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan Kolaborasi
Jika diperlukan lakukan kolaborasi dengan dokter
V. Perencanaan
1. Jelaskan pada ibu kondisinya saat ini
a. Ajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil
b. Berikan terapi
1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari
2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari
3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari
4) Vitamin C : 3 x 1 hari
c. Anjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi
d. Evaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi
e. Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu
2. Jelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil
a. Ajarkan bagaimana cara breast care dan senam hamil
b. Evaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil
c. Libatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil
3. Jelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil
a. Anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
b. Anjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering
c. Libatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
4. Anjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat
5. Berikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan
6. Berikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan
7. Anjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan
VI. Pelaksanaan
1. Menjelaskan pada ibu kondisinya saat ini
a. Mengajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil
b. Memberikan terapi
1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari
2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari
3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari
4) Vitamin C : 3 x 1 hari
c. Menganjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi
d. Mengevaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi
e. Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu
2. Menjelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil
a. Mengajarkan pada ibu cara breast care dan senam hamil
b. Mengevaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil
c. Melibatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil
3. Menjelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil
a. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
d. Menganjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering
e. Melibatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
4. Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat
5. Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan
6. Memberikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan
7. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan
VII. Evaluasi
1. Ibu mengerti kondisinya saat ini
a. Ibu mengerti cara menjaga kondisinya selama hamil
b. Ibu mau mengkonsumsi tablet Fe, kalsium laktat, vitamin B kompleks, vitamin C 3 x 1 tablet/hari
c. Ibu mengerti cara mengkonumsi zat besi
d. Keluarga berjanji untuk memberikan bantuan psikologis pada ibu
2. Ibu mengerti manfaat breast care dan senam hamil
a. Ibu mengerti cara breast care dan senam hamil
b. Keluarga berjanjii akan mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil
3. Ibu mengerti tentang kebutuhan gizi pada ibu hamil
a. Ibu berjanji akan mengkonsumsi makanan gizi seimbang
b. Ibu mengatakan akan makan sedikit tapi sering
c. Keluarga berjanji akan membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang
4. Ibu mengatakan akan istirahat yang cukup dan akan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat
5. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan
6. Ibu mengerti tantang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan
7. Ibu berjanji akan melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan
DAFTAR PUSTAKA
Mochtar,Rustam,Prof,Dr,M.Ph,Sinopsis Obstetri,Jilid I, Edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1998.
Prawirihardjo,Sarwono,Prof,Dr,DSOG, Ilmu Kebidanan, Edisi III, Yayasan Bina Pustaka, Jakarta,1997
Fakultas Kedokteran UI;2001. Kapita Selekta kedokteran-Jilid I,Jakarta: Media Aesculapius_FKUI.


http://firmanpharos.wordpress.com/2010/04/26/asuhan-kebidanan-pada-klien-dengan-kehamilan-anemia-ringan/


IBU DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI



Definisi
Ketidakmampuan seorang wanita untuk memanfaatkan alat reproduksi dan mengatur kesuburannya (fertilitas) tidak dapat menjalani kehamilan dan persalinan secara aman serta tidak mendapatkan bayi tanpa resiko apapun atau well health mother dan well born baby dan selanjutnya tidak dapat mengembalikan kesehatan dalam batas normal
Tujuan
• menurunkan angka m,ortalitas dan morbiditas khususnya pada wanita
• memberikan KIE dan motifasi gejala dini tentang gangguan sistem reproduksi wanita
• KIE untuk menghindari keganasan penyakit sistem reproduksi dan memperkecil faktor predisposisi - Meningkatkan pendidikan masyarakat tentang kesehatan Gangguan sistem reproduksi pada ibu :
1. MASTITIS
Peradangan payudara adalah hal yang sangat biasa pada wanita yang pernah hamil, malahan dalam praktek sehari-hari yang tidak hamil pun kadang-kadang kita temukan mastitis.
a. Jenis Mastitis di bagi menjadi :
1) Mastitis gravidarum
2) Mastitis kuerperalis penyakit ini boleh dikatakan hampir selalu timbul pada waktu hamil atau laktasi.
b. Etiologi
Pada umumnya yang dianggap porte d’entrée dari kuman penyebab adalah putting susu yang luka atau lecet dan kuman perkontinuitatum menjalar ke duktus-duktus dan sinus. sebagian besar yang ditemukan pada pembiakan pus ialah stavilokokus aureus.
Penyebab Mastitis diantaranya :
• Payudara bengkak yang tidak disusu secara adekuat, akhirnya terjadi mastitis
• Putting lecet akan memudahkan masuknya kuman dan terjadi payudara bengkak - BH yang terlalu ketat, mengakibatkan segmental engorgement. Kalau tidak disusu dengan adekuat bisa terjadi mastitis
• Ibu yang diet jelek, kurang istirahat, anemi akan mudah terkena infeksi
c. Patofisiologi
Tingkat penyakit ini ada dua yakni tingkat awal peradangan dan tingkat abses. Pada peradangan dalam taraf permulaan penderita hanya merasa nyeri setempat, taraf ini cukup memberi support mamae itu dengan kain tiga segi, supaya tidak menggantung yang memberikan rasa nyeri, dan disamping itu memberi antibiotika.
Dalam hal antibiotika dapat dikemukakan bahwa kuman dari abses yang dibiakkan dan diperiksa resisitensinya terhadap antibiotika, ternyata banyak yang resisitensi terhadap penisilin dan stertomisin.
Dari tingkat radang ke abses berlangsung sangat cepat karena oleh radang duktulus-duktulus menjadi edemetus, air susu terbendung dan air susu yang terbendung itu bercampur dengan nanah. Gejala abses ini ialah nyeri bertambah hebat dipayudara, kulit diatas abses mengkilap dan suhu tinggi (39-40°c).
D. GAMBARAN KLINIS
Pada mastitis akan ditemukan gejala-gejala sebagai berikut :
• Bengkak, nyeri seluruh payudara atau nyeri lokal
• Kemerahan pada seluruh payudara atau hanya lokal
• Payudara keras dan berbenjol-benjol (merongkol) - Panas badan dan rasa sakit umum
2. FIBRIODENOMA
Adalah penyakit wanita muda dengan frekuensi yang paling tinggi pada wanita yang berumur 20-25 tahun. Benjolan-benjolan tersebut sama sekali bukan berarti suatu penyakit karena kadang-kadang akibat pertumbuhan berlebih pada lobulus payudara. Tercatat 6 dari 10 benjolan ditemukan pada wanita dibawah 20 tahun dan relatif tidak berkembang menjadi benjolan lainnya dikemudian hari.
Menurut wilson dalam buku Cristoper-Davis, ada hubungan dengan kadar hormon wanita dalam darah dan penyakit ini, karena dapat timbul pada binatang percobaan dengan pemberian estrogen.Tumor ini dapat timbul soliter atau multiple, gampang digerakkan, berbentuk licin, sama sekali bebas dari jaringan payudara disekitarnya dan tidak berubah-rubah besarnya dengan siklus haid. Putting susu tidak memperlihatkan ada perubahan dan sama sekali tidak nyeri spontan atau nyeri tekan.
3. KISTA SARKOMA FILLODES
a. jenis Penyakit ini adalah fibriodenoma yang tumbuh meliputi seluruh mamae. Adakalanya demikina besar,nyaris tidak tergendong oleh penderita.
b. Etiologi Nama kistosarkoma fillodes berasal dari muller (1938)karena mengandung kista-kista besar diantaranya banyak sekali jaringan ikat sehingga waktu itu diduga sarkoma. Tumor ini biasanya jinak, tetapi beberapa dinataranya mempunyai potensi untuk menjadi fibrosarkoma.
Tumor ini timbul biasanya pada umur 35-40 tahun. Kulit diatas tumor mengkilat, regang, tipis, merah, dengan pembuluh-pembuluh balik yang melebar dan panas. Pembesaran kelenjar regional atau metastasis jarang ditemukan. Hal inilah yang menjadi petunjuk untuk memmbedakan tumor ini dari kanker karena jarang sekali kita menemukan kanker payudara dengan ukuran diameter 10-12 cm ayng tidak bermetastasis dan menginfiltrasi kulit atau toraks.
Oleh karena tumor ini cepat tumbuhnya, kadang-kadang perdarahannya tidak mencukupi dan sering timbul nekrosis dan radang pada kulit. Tumor ini kadang-kadang-walaupun menurut pemeriksaan patologi jinak-memberikan residif.
Maka tindakan sebagai terapi, sesuai dengan sifatnya yang mempunyai potensi untuk ganas,juga lebih radikal dari fibroadenoma. Kita bisa mengerjakan masektomi ditambah dengan pengangkatan vasia pektoralis. Pasca bedah diberi radiasi.
4. SARKOMA
5. KANKER PAYUDARA
a. Jenis Klasifikasi kanker payudara terdiri dari 2 macam yaitu klasifikasi patologik dan klinik.
1) Klasifikasi patologik terdiri dari:
- Kanker puting payudara atau pagets disease Pagets disease adalah bentuk kanker dalam taraf permulaan manifestasinya sebagai eksema menahun putting susu yang biasanya merah dan menebal. Suatu tumor sub areoler bisa teraba. Sedang pada umumnya kanker payudara yang berinfiltrasi ke kulit mempunyai prognosis yang buruk, lain halnya dengan pagets disease ini prognosisnya lebih baik. Sebenarnya penyakit ini adalah suatu kanker intra duktal yang tumbuh di bagian terminal dari duktus laktiferus secara patologik ciri-cirinya ialah: sel-sel pagets (seperti pasir) hypertrofi sel epidermoid, infiltrsi sel-sel bundar dibawah epidermis. - Kanker duktus laktiferus:papillary, comedo, adenocarsinoma dengan banyak fibrosis (scirrhus), medullary carsinoma dengan infiltrasi kelenjar, semuanya infiltrating.
Non infiltrating papillari karsinoma bisa terbentuk dalam setiap dukutus laktiferus dari yang terbesar sampai yang sekecil-kecilnya. Kadang-kadang sulit sekali dibedakandari papilloma. Comedo karsinoma terdiri dari sel-sel kanker non papillary dan intra ductal, sering dengn nekrosis sentral, sehingga pada permukaan potongan terlihat seperti isi kelenjar. Jarang sekali comedo karsinoma pada saluran saja, biasanya mengadakan infiltrasi ke sekitarnya, menjadi infiltrating comedo carsinoma.
Adenokarsinoma dengan infiltrasi dan fibrosis. Ini adalah kanker payudara yang lazim ditemukan. 75 % dari kanker payudara adalah tipe ini oleh karena banyak fibrosis, umumnya agak besar dan keras. Juga disebut kanker tipe scirrbus : tumor mengadakan infiltrasi kekulit dan kedasar. - Kanker dari lobulus: infiltrating dan non-infiltrating Ini yang timbul sering sebagai carcinoma insitu dengan lobulus yang membesar. Secara miskroskopis kelihatan lobulus atau kumpulan lobulus dengan berisi kelompok sel-sel asinus dengan beberapa mitosis. Kalau mengadakan infiltrasi, hampir tidak bisa dibedakan dari tipe scirrhus. Sepatah kata tentang karsinomatosa, suatu penyakit yang sangat ganas dan sangat cepat jalannya.
Penyakit ini dapat timbul pada waktu menyusui, akan tetapi juga diluar waktu tersebut. Dapat kita ketahui bahwa oprasi dapat mengakibatkan penyebaran yang sangat cepat dan kematian. Pendapat umum ialah mastitis karsinomatosa dibiopsi dan diradiasi saja dengan atau tanpa hormon.
2) Klasifikasi klinik kanker payudara
disamping klasifikasi patologis, juga mempunyai klasifikasi klinik. Sebelum 1968, diklinik bedah sering dipakai klasifikasi steinthal. Steinthal
1 : kanker payudara sampai 2cm besarnya dan tidak mempunyai anak sebar. Steinthal
2 : kanker payudara 2cm atau lebih dengan mempunyai anak sebar dikelenjar ketiak. Steinthal
3 : kanker payudara 2cm atau lebih dengan anak sebar, dikelenjar ketiak, infra dan supra klafikula; atau infiltrasi vasia pektoralis atau kekulit; atau kanker yang apert (memecah kekulit). Steinthal
4 : kanker payudara dengan metastasis jauh, misalnya ketengkorak, atau tulang punggun, atau paru-paru, atau hati dan panggul.
b. Etiologi Etiologi kanker payudara belum dapat di jelaskan.
Terdapat faktor genetik karena kanker payudara cenderung terjadi pada keluarga. Melahirkan sebelum usia 30 tahun tampaknya bersifat protektif. Tumor jinak pada vagina
a. Tumor Kistik Tumor di vagina pada umumnya mempunyai sifat yang sama dengan yang didapatkan pada vulva. Tumor vulva dan vagina hendaknya dibedakan dari vaginitis emfisematosa. Dapat juga kista saluran muller terjadi di dekat serviks biasanya soliter akan tetapi dapat multipel. Kista ini dilapisi epitel seperti endoserviks, berisi cairan musin.
b. Tumor Solid Pada umumnya juga mempunyai sifat yang sama pada uretra dan yang terdapat pada vulva, kecuali granuloma, tumor muksoid serta adenosis vagina.
Granuloma: bukan neoplasma yang sebenarnya. Jaringan merupakan granulasi yang berbatas-batas, seringkali berbentuk polip terutama terjadi pada bekas operasi kolporasi dan histerektomi total dan dapat bertahan sampai berthun-tahun. Tumor muksoid vagina: konsistensi lunak seperti kista berisi jaringan seperti miksomatosa, jarigan pengikat dan jaringan lemak seperti yang biasa terdapat pada daerah glutea, fossa iskheorektalus, serta apabila terdpat di vagina berada pada daerah parakolpos.
Kadang-kadang kambuh kembali dan dapat juga menjadi ganas. Adenosis vagina: berasal dari sisa saluran paranesonefridikus muller berupa tumor jinak vagina, terutama dekat serviks uteri terdiri dari epitel torak, yang mengeluarkan mukus. Adeosis vagina ini dapat disebabkan karena pemberian dietil still bestrol atau hormon sistesis lain diberikan pada ibu penderita pada waku hamil muda ( syndrom Dees ).
Diagnosis ditegakan dengan kolkoskopi yang terlihat sebagai ulserasi kemudian dilanjutkan dengan biopsi dan pemeriksaan histopatologi. Tumor jinak pada vulva Tumor jinak di daerah vulva yang banyak dijumpai adalah kista kelenjar bartolini d an fibroma vulva.
a. Kista kelenjar bartolini Kista kelenjar bartolini merupakan bentuk radang menahun Bartholini. Abses kelenjar bartholini diserap isinya, sehingga tinggal kantung yang mngandung cairan yang disebut kista bartholini. Pengobatan kista bartholini adalah dengan mengangkat seluruh kista dan marsivialisasi. Opersi ini memerlukan keahlian sehingga perlu dilakukan di rumah sakit.
b. Fibroma vulva Fibroma vulva merupakan tumor jinak yang berasal dari jaringan ikat vulva, bertangkai, dan berlokalisasi seringkali di bibir besar ( labium mayus). Diameternya dapt beberapa sentimeter, sampai mempunyai berat beberapa kilogram. Pengobatan fibroma vulva adalah dengan jalanmemotong tangkainya serta menjahit kembali sehingga tidak terjadi perdarahan. Tumor jinak pada uterus Mioma Uteri
Mioma uteri merupakan tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya, sehingga dapat dalam bentuk padat karena jaringan ikatnya dominan dan lunak karena otot rahimnya dominan. Kejadian mioma utri sukar ditetapkan karena tidak semua mioma uteri memberikan keluhan dan memerlukan tindakan operasi. Sebagian penderita mioma uteri tidak memberikan keluhan apapun dan ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan.
Sebagian besar mioma uteri ditemukan pada masa reproduksi, karena adanya rangsangan estrogen. Dengan demikian mioma uteri tidak dijumpai sebelum datang haid (menarche) dan akan mengalami pengecilan setelah mati haid (menopause). Bila pada masa menopause tumor yang berasal dari mioma uteri masih tetap besar dan tambah besar,kemungkinan degenerasi ganas menjadi sarkoma uteri. Bila dijumpai pembesaran abdomen sabalum menarche, hal itu pasti bukan mioma utri tetapi kista ovarium dan kemuingkinan besar menjadi ganas.
Patologi pertumbuhan mioma uteri
Berdasarkan teori genitoblast (sel nest) Meyer dan de Snoo, dan rangsangan terus – menerus setiap bulan dari estrogen, maka perumbuhan mioma uteri terjadi : berlapis seperti berambang lokalisasi bervariasi :
a) subserosa - dibawah lapisan peritonium - dapat bertangkai dan melayang dalam kavum (ruangan) abdomen
b) intramural - didalam otot rahim dapat besar, padat (jaringan ikat dominan), lunak (jaringan otot rahim dominan
c) submukosa - di bawah lapisan dalam rahim - memperluas permukaan ruangan rahim - bertangkai dan dapat dikeluarkan melalui kanalis servikalis
d) servikal mioma - tumbuh di daerah servik uteri Gejala klinik mioma uteri Gejala klinik mioma uteri adalah : pendarahan tidak normal Gangguan perdarahan yang terjadi umumnya adalah hipermenore, menoragia dan dapat juga terjadi metroragia.
Beberapa faktor yang mejadi penyebab perdarahan ini, antara lain adalah :
a. pengaruh ovarium sehingga terjadilah hiperplasia endometrium sampai adenokarsinoma endometrium.
b. permukaan endometrium yang lebih luas dari pada biasa.
c. Atrofi endometrium di atas mioma sub mukosa.
d. Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang mioma di antara serabut miometrium, sehingga tidak dapat mejepit pembuluh darah yang melaluinya dengan baik. penekanan rahim yang membesar penekanan rahim karena pembesaran mioma uteri dapat terjadi :
e. terasa berat di abdomen bagian bawah
f. sukar miksi atau defekasi
g. terasa nyeri karena tertekannya urat saraf. gangguan pertumbuhan dan perkembangan kehamilan Kehamilan dengan disertai mioma uteri menimbulkan proses saling mempengaruhi :
h. kehamilan dapat mengalami keguguran
i. persalinan prematuritas
j. gangguan saat proses persalinan
k. tertutupnyan saluran indung telur menimbulkan infertilitas
l. kala tiga terjadi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan. Diagnosis Sering kali penderita sendiri mengeluh akan rasa berat dan adanya benjolan pada perut bagian bawah. Pemeriksaan bimanual akan mengungkapkan tumor padat uterus, yang umumnya terletak di garis tengah atau pun agak ke samping, sering kali teraba berbenjol-benjol.
Mioma suberosum dapat mempunyai tangkai yang berhubungan dengan uterus. Mioma intramural akan menyebabkan kavum uteri akan menyebabkan kavum uteri menjadi luas, yang ditegakkan dengan pemeriksaan dengan uterus sonde. Mioma submukosum kadang kala dapat teraba dengan jari yang masuk ke dalam kanalis servikalis, dan tersanya benjolan pada permukaan kavum uteri.
Diagnosis banding yang perlu kita pikirkan tumor abdomen di bagian bawah atau panggul ialah mioma sub serosum dan kehamilan; mioma submukosum yang dilahirkan harus di bedakan dengan inversio uteri; mioma intramural harus di bedakan dengan suatu adenomiosis, khoriokarsinoma, karsinoma korposis uteri atau suatu sarkoma uteri.
USG abdominal dan trasvaginal dapat membantu dan dugaan klinis. Adenomiosis Uteri Endenomiosis adalah implantasi jaringan endometrium di luar kavum uteri.
Pembagian endometriosis:
1) Endomeriosis eksterns (endometriosis) adalah implantasi jaringan endometrium di luar kavum uteri
2) Endometriosis interna (adenomiosis) adalah implantasi jaringan endometrium dalam otot rahim Akibat implantasi endometrium yang masih aktif dalam otot rahim terjadi perubahan pada saat menstruasi atau aktivitasnya mengikuti perubahan hormonal.
Pada saat menstruasi, endometrium mengalami proses menstruasi tetapi darah tidak mempunyai saluran untuk keluar sehingga terjadi timbunan darah. Timbunan darah ini saat menstruasi menimbulkan rasa sakit. Mekanisme terjadi endometriosis inteerna atau adenomiosis karena jaringan otot terbuka saat kontraksi persalinan atau waktu kuretase sehingga terjadi invasi endometrium kedalam otot rahim.
Gejala klinis adenomiosis: Gejala klinik yang dijumpai pada adenomiosis adalah: Menoragia: perdarahan banyak saat menstruasi
Dismenorea sekunder: rasa sakit saat menstruasi Dispareunia:
rasa sakit saat hubungan seksual
Endometriosis
Endometriosis (endometriosis eksterna) merupakan implantasi jaringan endometrium di luar uterus yang di jumpai pada umur relatif muda. Lokalisasi sebaran endometrium dapat terjadi di: ovarium, dalam bentuk kista coklat peritonium, sekitar uterus menyebabkan infertilitas septum rektovaginalis umbilikus apendiks bekas luka: episiotomi, laparatomo (SC)
Terjadinya penyebaran endometrium ke berbagai tempat dapat di jelaskan dengan beberapa teori sebagai berikut:
Teori regurgitasi sampson
a. darah menstruasi mengalir ke dalam kavum abdomen
b. sel endometrium dapat tertanam tumbuh dan hidup
c. rangsangan hormonal berpengaruh sehingga terjadi proses mengikuti siklus menstruasi Teori metaplasia meyer
d. sel yang berasal dari selom tumbuh dan menerima rangsangan hormonal ekstroge dan progestero
e. sel mengalami metaplasi menjadi jaringan endometrium dan meliputi siklus menstruasi Penyebaran secara limfogen dari halban
f. sel endometrium masuk ke sirkulasi aliran limfa dan menyebar pada beberapa tempat
g. sel hidup dan mendapat rangsangan ektrogen dan progesteron dalam proses siklus menstruasi penyebaran mengikuti aliran darah penempelan kembakli sel endometrium
h. dapat menerangkan tumbuh kembangnya ssel endometrium pada bekas operasi SC atau sekitar uterus
i. bekas irisan operasi episiotomi Gejala klinis endometriosis
Gejala endometriosis terjadi kerena pengaruh hormonal estrogen dan progesteron sehingga terjadi siklus menstruasi. Rasa nyeri terjadi karena vaskularisasi yang meningkat dan deskuamasi struma dan sel jaringan endometrium.
Gejala klinis endometriosis dalam bentuk: dismenorea: nyeri abdomen sesuai dengan waktu menstruasi, terdapat rasa kemeng terutama pada saat menstruai dispareunia: nyeri saat hubungan seksual nyeri pada saat devekasi: pada endometriosis dimdimg rektosignoid perubahan menstruasi dalam bentuk polimenorea atau hipermenorea (menoragia) infertilitas: gangguan saluran tuba falopi sehingga tidak berfungsi sebagai saluran ovum spermatozoa dan tempat konsepsi dan gangguan mobilitas tuba saat melakukan penanganan ovum karena pelekatan.
Tumor jinak pada tuba Tumor tuba uteri dapat berupa neoplasma maupun non neuplasma. Tumor tuba utrina yang neoplastik jarang sekali ditemukan Endometriosis yang sebenarnya bukan neoplasma lebih sering didapat pada tuba, terkadang dikira ganas.
Tumor neoplasmik jinak dekat tuba: kista parovarium (adalah sisa dari epoophoron) terletak di antara tuba bagian distal dan ovarium dengan diameter biasamya tidak mencapai 4 cm. dinding kista ini tipis terdapat epitel kuboid atau datar yang di kelilingi oleh jaringan pengikat dan lemak.
Kista berisi cairan jernih. Tumor jinak pada ovarium Ovarium mempunyai kemungkinan untuk berkembang menjadi tumor jinak maupun tumor ganas.
Pembagian tumor ovarium secara praktis adalah sebagai berikut:
tumor jinak kistik
- kistoma ovarii simplek
- kistoma ovarii serosum
- kistoma ovarii musinosum
- listoma dermoid tumor jinak padat (solid)
- fibroma ovarii - tumor brener
- tumor sisa adrenal
Gambaran klinik tumor ovarium
Pertumbuhan tumor uvarium dapat memberikan gejala karena besarnya, terdapat perubahan hormonal atau penyulit yang terjadi. Tumor jinak ovarium yang dianeternya kecil sering di temukan secara kebetulan dan tidak memberikan gejala klinik yang berarti.
Gejala akibat tumor ovarium dapat dijabarkan sebagai berikut: g
ejala akibat pertumbuhan
- menimbulkan rasa berat di abdomen bagian bawah
- mengganggu miksi atau defekasi
- tekanan tumor dapat menimbulkan opstipasi atau oedem pada tungkai bawah gejala akibat perubahan hormonal ovarium merupakan sumber hormon utama wanita, sehingga bila terjadi tumor menimbulkan gangguan terhadap patrun menstruasi.
Tumor sel granulosa dapat menimbulkan hipermenorea, sedang tumor arhenablaskoma menimbulkan amenorea. gejala klinik akibat komplikasi yang terjadi pada tumor perdarahan intra tumor perdarahan, menimbulkan gejala klinik nyeri abdomen mendadak dan memerlukan tindakan yang cepat perputaran tangkai - tumor bertangkai sering terjadi perputaran tangkai secara perlahan sehingga tidak banyak menimbulkan rasa nyeri abdomen - perputaran tangkai mendadak menimbulkan nyeri abdomen mendadak dan segera memerlukan tindakan medis terjadi infeksi pada tumor Karena suatu hal terjadi infeksi kista ovarium sehingga menimbulkan gajala infeksi, yaitu badan panas, nyeri pada abdomen, mengganggu aktifitas sehari – hari. robekan dinding kista Pada torsi tangkai kista ada kemungkinan terjadi robekan sehingga isi kista tumpah ke dalam ruangan abdomen. degenerasi ganas kista ovarium Keganasan kista ovarium sering di jumpai: - kista pada usia sbelum menarce - kista pada usia di atas 45 tahun sindrom meigs Sindrom yang di temukan oleh meigs menyebutkan terdapat fibroma ovarii, asites, dan hidrotoraks. Dengan tindakan operasi fibroma ovarii, maka sindrom akan menghilang dengan sendirinya.
Diagnosa Pembesaran pada abdomen bagian bawah merupakan salah satu keluhan yang mendorong untuk melakukan pemeriksaan. Tumor ovarium dapat dibedakan saat melakukan pemeriksaan dalam. Menghadapi tumor jinak ovarium perlu dilakukan pemeriksaan tentang konsistensi, besar permukaannya dan sebagainya.
Disamping itu perlu dilakukan diagnosis banding :
kehamilan
• Terlambat bulan
• Gejala hamil muda
• Terasa gerakan janin atau balotemen
• Hasil pemeriksaan laboratorium mendukung kehamilan subserosa mioma uteri bertangkai Sering dibedakan dengan tumor padat ovarium.
Dengan alat ultrasonografi, diagnosis banding antara kista ovarium, kehamilan atau subserosa mioma uteri dapat dibedakan dengan jelas. Bila bidan dalam tugasnya dapat menegakkan kemungkinan tumor di bagian bawah abdomen, segera melakukan konsultasi atau merujuk ke puskesmas atau langsung ke dokter ahli kandungan. Tumor ovarium memerlukan tindakan yang spesialistis. Bidan bertugas untuk memberikan komunikasi, informasi, edukasi dan motivasi (KIEM) tentang pengobatan tumor dengan pengobatan modern dan tindakan operasi.
6. Ibu Dengan Gangguan Sistem Reproduksi Tumor Ganas Pada :
VULVA Jenis-jenisnya
a. Karsinoma vulva Epidemologinya 80-85% terdapat pada wanita baki (pasca menopause), terutama yang dalam dekade ke-7 sebagai puncak insidensi, paling tidak mengenahi 30 % wanita kelompok umur 50-70 tahun, dan merupakan 3-4 % dari semua keganasan ginekologik.
Karsinoma vulva jarang ditemukan pada golongan umur < 45 tahun dan jauh lebih jarang lagi pada wanita hamil. Umumnya ditemukan pada golongan sosial ekonomi rendah dan higien seksual yang kurang mendapat perhatian, obesitas dan hipertensi (50 %). Paritas dan suku/ras tidak mempunyai peran. Iritasi menahun seperti pada limfogranula inguinale, kondiluma akuminata, kondiloma lata, kondisi distriphia kulit vulva seperti pada lichen scelerosus etrophicus, leukoplakia, dan kraurosis diduga sebagai pemicu timbulnya karsinoma vulva. Penyebab Tidak banyak diketahui faktor penyebab jenis tumor ganas ini, meskipun disebut tentang lambatnya menarche (15-17 tahun) dan awalnya menepause (40 tahun) dalam riwayat penyakitnya. Faktor etnik tak berpengaruh, meskipun lesi granulomatosa sering ditemukan pada suku negro.
Gambaran Klinis Biasanya makan waktu cukup lama sebelum penderita meminta pertolongan, oleh karena mereka pada umumnya dari golongan lansia (usia lanjut), malu untuk mengemukakan kepada rekan sebaya, apa lagii kepada mereka yang lebih muda. Bagi mereka yang masih kawin, umumnya sudah tak melayani suami lagi secara seksual dan tak pernah kelainan yang ada pada vulvanya disampaikan kepada suami, sampai pada saat timbul perdarahan atau mengeluarkan bau tak sedap yang menjadikan orang yang ada disekitarnya menanyakan kepadanya. Setelah ia sadar untuk berobat, masih ada kemungkinan keterlambatan lagi sampai berbulan-bulan dalam menegakkan diagnosis yang pasti akibat pemberian berbagai salep dan kremyang ternyata tidak memberi kesembuhan, justru menyebabkan penyakitnya menjadi lebih parah. Sekitar 25 % penderita datang berobat tanpa didahului oleh biopsi. Penderita datang dengan keluhan samar-samar mengenahi iritasi vulva atau pruritus (gatal-gatal) vulva. Diagnosis akan lebih mudah dibuat bila ditemukan benjolan, ulkus atau lesi yang berdarah. Nyeri biasanya dikeluhkan bila lesinya terdapat dekat klitoris atau uretra, karena perih waktu kencing. Superinfeksi dari lesi ganasjuga menimbulkan rasa sakit dan lebih banyak iritasi akibat keputihan yang terus menerus. Hanya sekitar 5 % yang datang dengan pembesaran kelenjar lipat paha atau abses sebagai keluhan utama.
b. Melanoma vulva Melanoma vulva adalah keganasan nomor dua pada vulva sesudah karsinoma. Hampir 5 % dari semua melanoma maligna muncul divulva yang merupakan hanya 1 % dari kuit permukaan seluruhn tubuh. Tempat predilekasidilabia minora dan klitoris, sering meluas kevagina dan urethra beruba benjolan (nodul)yang berwarna hitam kebiruan. Menyebar secra limfogen dengan membentuk satelit sekeliling tumor primer untuk kemudian bermetastasis ke kelenjar limfa regional. Bila terjadi penyebaran secra hematogen, anak sebar terdapat di paru-paru (tersering), kemudian otak hati dan jantung juga tidak jarang.
c. Adenokarsinoma Pada vulva jarang dan umumnya berasal dari kelenjar bartholin.
d. Basolioma (basal sel karsinoma) Biasanya ditemukan didaerah berambut, sesekali pada labiya mayora sebagai makula kemerahan/kecoklatan atau sebagai nodul kecil yang mengalami ulserasi di tenghanya (ulkus rodens). Lesi ini hamir tak pernah menyebar ke kelenjar getah bening, sebab itu eksis lokal yang luas sudah memadai untuk tujuan kuratif.
e. Penyakit paget Merupakan lesi intra epitel vulva, yang sering bersama-sam dengan munculnya adenokarsinoma kelenjar apokrin.
f. Karsinoma verukosa Karsinoma ini adalah keganasan pada vulva berbentuk tumor eksofitik seperti papil dalam kondiluma akuminata, atau seperti bunga kol. g. Sarkoma pada vulva Sarkoma vulva sangat jarang tapi metastasis berjarak jauh umum terjadi. Tumor ini histoligik dapat berupa leiomiosarkoma (paling sering), liposarkoma, rhabdomiosarkoma, fibrosrakoma, angiosarkoma, limfosarkoma, dan epitelioidsarkoma. Penyebaranya sangat cepat, karena secra hematogen. prognosis sangat buruk. Peran radioterapi dan kemoterapi sebagai adjuvans perlu dipertimbangkan.
h. Tumor ganas sekunder pada vulva Berasal dari jaringan dekat vulva seperti serviks uteri, vagina, uterus, yang merembet langsung atau secra limfogen atau embolisasi melalui pembuluh darah balik. Paling sering ditemukan adalah metastasis kariokarsinoma yang memberi gambaran khas berwarna biru kehitaman. Penangana dengan kemotherapi tunggal (MTX) atau kombinasi, tergantung dari faktor resikonya.
VAGINA
Jenisnya
a. Karsinoma vagina Epidemologi Kanker vagina jarang terjadi, biasanya diderita oleh wanita berumur 50 tahun ke atas. Insidens < dari 1 kasus baru per 100.000 populasi setahun.
Patologi Lesi yang biasanya muncul pada sepertiga bagian proksimal dinding belakang vagina, yang kemudian akan melibatkan septum rektovaginal. Tumor mulai sebagai lesi ulseratif dengan tepi induratif yang mudah berdarah pada sentuhan. Gambaran klinik
Karsinoma in situ labih sering didapat sebagai proses yang multifokal. Ia dapat ditemukan bersama-sama dengan tumor sejenis dibagian yang lain dari truktus genitalis, atau setelah pembedahan yang tidak radikal pada karsinoma in situ servik uterus, atau pasca radiasi karsinoma servik uterus. Adenokarsinoma yang jarang, dapat berasal dari urethra, kelenjar bartholin, atau sebagai metastasis dari karsinoma endometrium atau ovarium.
Mengingat dinding vagina begitu tipis, kebanyakan kanker vagina yang invasi pada saat didiagnosa, ditemukan dalam tingkat II. Jika seorang penderita merasa sakit waktu bersetubuh (dispareunia) dan berdarah kemungkinan ia mengidap tumor ganas hal ini perlu dipikirkan. Pada tingkat penyakit yang sudah lanjut, disertai flour albus dan foetor (berbau busuk).
Pada pemeriksaan in spekulo dapat ditemukan ulkus dengan tepi yang induratif atau pertumbuhan tumor yang eksofitik seperti bunga kol yang mudah berdarah pada sentuhan. Biopsi harus dibuat pada daerah yang dicurigai, sehingga bukti histologik dapat menegakan diagnosis.
TUBA FALOPI ADNEKSA
Tumor ganas primer tuba sangat jarang, lebih sering yang sekunder berasal dari tumor ganas ovarium, uterus, kolorektak, lambung dan payudara. Etiologi Hsu, Taymor dan Hertig membagi histologik tumor ini menjadi 3 jenis menurut keganasannya. jenis papiler ; tumor belum mencapai otot tuba dan diferensiasi selnya masih baik, batas daerah normal dengan tumor masih dapat di tunjukan. jenis papilo-alveoler (adenomatosa), tumor telah memasuki otot tuba dan memperlihatkan gambaran kelenjar. jenis alveo-meduler, terlihat mitosis yang atipik dan terlihat ivasi sel ganas ke dalam saluran linfa tuba. Prognosis Tergantung dari tingkatan klinik dan jenis histologik tumor. Karena umumnya penyakit di temukan terlambat maka AKH-5 tahun tidak seberapa baik (34,4%). Gambaran klinik Deteksi dini tumor ganas tuba fallopi sukar di upayakan. Perlu dapat perhayian khusus bila wanita usia 45-55 tahun, di temukan tumor adneksa di sertai rasa nyeri dan adanya getah vagina yang semula kekuning-kuningan kemudian bercampur darah, perlu di curigai adanya kemungkinan adanya tumor ganas tuba terutama pada nulipara atau primipara. Wanita beranak satu (sterilitas satu anak) biasanya oleh karena mengalami infeksi gonokokus yang menimbulkan peradangan tuba dan menjadi buntu. Perasaan nyeri ini dapat intermiten atau terus menerus dan menjalar ke pangkal paha dan punggung bagian bawah.
TUMOR GANAS OVARIUM
Jenis Tumor ganas ovarium merupakan 20% dari semua keganasan alat reproduksi wanita. Insidensi rata-rata dari semua jenis di perkirakan 15 kasus baru per 100.000 populasi wanita setahunnya. Pertumbuhan tumor primer di ikuti oleh infiltrasi ke jaringan sekitar yang menyebabkan keluhan samar-samar seperti perasaan sebah, makan sedikit terasa cepat menjadi kenyang, sering kembung, nafsu makan menurun. Kecenderungan untuk melakukan implantasi di rongga petut merupakan ciri khas suatu tumor ganas ovarium yang menghasilkan ascites. Tumor-tumor epitelial ovarium
Ada 2 jenis : serosa dan musinosa.
Kedua-duanya mempunyai kecenderungan untuk timbuh bilateral dan berimplantasi di rongga peritonium. Perubahan ke arah ganas terjadi pada yang berjenis serosa. Kistadenokarsinoma papiliferum pseudo-musinosa merupakan satu variasi dari tumor dengan kemungkinan penyebaran lokal yang tinggi. Tumor-tumor endometrioid, mesonephoroid dan brenner adalah jarang. Tumor-tumor sex-cord Di duga bahwa tumor jenis ini berasal dari mesenkhin gonad, yang potensial mampu mendiferensiasi ke dalam struktur gonad laki-laki dan wanita, hingga tumor dapat mengakibatkan munculnya tanda-tanda maskulinisasi atau feminisasipada penderitanya. Tumor-tumor sel germinal (germcell tumours) Tumor ini berasal dari sel germinal dan derivatnya. Disgerminoma Paling umum dari kelompok tumor ini, merupakan homolog dari seminoma testis, biasanya terdapat pada wanita muda dan sangat radiosensitif. Tumor dengan permukaan rata, konsistensi kenyal, kecuali di bagian-bagian yang mengalami degenerasi, berwarna sawo matang sampai keabu-abuan. Pada pemeriksaan mikroskopik terlihat gambaran- gambaran sel telur yang besar, bundar, ovoid, atau poligonal, terpisah oleh septa jaringan ikat. Teratoma Diduga berkembang dari jaringan embrional yang pluripoten dan mampu membentuk elemen-elemen dari ketiga lapisan embrional. Teratoma pvarium bisa ditemukan dalam bentuk kistik maupun solid, bentuk kistik sudah dibicarakan sebagai kista dermoid yang tidak ganas. Teratoma ganas biasanya ditemukan pada anak-anak dan penderita pada masa pubertas. Tumor ini tumbuh cepat dan mempunyai prognosis yang buruk. Pada pemeriksaan klinik ditemukan tumor disamping uterus, kadang kala disertai perdarahan dari uterus dan ascites. Tumor sering bilateral, mengadakan penyebaran didaerah sekitarnya sampai tempat-tempat diluar rongga panggul. Tumor Sinus Endodermal Umumnya ditemukan pada gadis atau wanita muda (20 th) dan sangat ganas. Jarang yang dapat bertahan hidup dari sejak diagnosis dibuat dan ditangani secara benar, sampai lebih dari 6-18 bulan. Khorikarsinoma Tumor ini berasal dari ovarium jarang ditemukan mempunyai ciri-ciri seperti khorikarsinoma sesudah kehamilan. Gonadoblastoma Tumor ini dijumpai dalam ovarium atau testis yang disgenetik, terdiri dari sel-sel telur dan sel-sel yang menyerupai sertoli-leidig. Kebanyakn penderitanya wanita dan sering menunjukkan kario-tipe yang abnormal dengan mengandung kromosom y dan mempunyai potensi untuk menjadi ganas. Tumor-tumor yang berasal dari stroma ovarium Pada umumnya adalah fibroma, relatif sering ditemukan pada wanita usia lanjut, tumor uniklateral yang dapat mencapai ukuran besar. Sarkoma Ovarium Dijumpai pada segala umur, tumor ganas ini diklasifikasikan sebagai berikut: Sarkoma teratoid sering terdiri dari elamen-elemen tanpa diferensi, akan tetapi unsur-unsur teratoid masih dapat dikenal. Tumor tumbuh cepat dengan prognosi jelek. Stromal sarkoma: berasl dari jaringan mesenkhim dan dapat ditemukan dalam 2 jenis yaitu stromal –cell sarkomna dan leiomiosarkoma. Prognosisny baik apabila tumor belum meluas pada saat operasi dilakukan. Sarkoma Paramesonefrik: merupakan mixsed mesodermal tumor, terdi atas sel-sel epitel yang tersusun tidak rata dan stoma yang berproliferasi cepat. Tumor ditemukan pada usia lanjut tumbuh cepat dan dapat menimbulkan rasa nyei di perut bagian bawah.
UTERUS
Jenis-jenisnya a. Karsinoma servik uterus Penyebabnya Sebab langsung dari kanker servik belum diketahui. Ada bukti kuat kejadianya mempunyai hubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik, diantaranya yang penting : jarang ditemukan pada perawan (virgo), insidensi lebih tinggi pada mereka yang kawin dari pada yang tidak kawin, terutama pada gadis yang koitus pertama dialami pada usia amat muda (kurang 16 tahun), insidensi meningkat dengan tingginya paritas, apalagi bila jarak persalinan terlampau dekat, mereka dari golongan sosial ekonomi rendah (higiene seksual yang jelek, aktifitas seksual yang sering berganti-ganti pasangan) jarang dijumpai pada masyarakat yang suaminya disunat (sikumsisi), sering ditemukan pada wanita yang mengalami infeksivirus HPV. Patofisisologi Karsinoma servik timbul dibatas antara epitel yang melapisi ektoserviks (portio) dan endoservik kanalis servik yang disebut sebagai squamous-columnar junction (SCJ). Histologik antara epitel gepeng berlapis (squamous komplek) dari portio dengan epitel silindris pendek selapis bersilia dari endoservik kanalis servik. Pada wanita muda SCJ ini berada diluar ostium uteri eksternum, sedangkan pada wanita berumur lebih dari 35 tahun, SCJ berada dalam kanalis servik. Pada awal perkembanganya kanker servik tak memberi tanda-tanda dan keluhan.
Tumor dapat tumbuh :
a. Eksofitik mulai dari SCJ kearah lumen vagina sebagai masa proliferatif yang mengalami infeksi sekunder dan nekrosis
b. Endofitik mulai dari SCJ tumbuh kedalam stroma servik dan cenderung untuk mngadakan infiltrasi menjadi ulkus
c. Ulseratif mulai dari SCJ dan cenderung merusak struktur jaringan servik dengan melibatkan awal fornises vagina untuk menjadi ulkus yang luas.
Gambaran klinis Keputihan merupakan gejala yang sering ditemukan. Getah yang keluar dari vagina ini makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan. Perdarahan yang dialami segera habis senggama merupakan gejala karsinoma servik (75-80 %). Perdarahan yang tibul akibat terbukanya pembuluh darah makin lam akan lebih sering terjadi, juga diluar senggama.
Perdarahan spontan umumnya terjadi pada tingkat klinik yang lebih lanjut terutama pada tumor yang bersifat eksofitik. Adanya perdarahan spontan pervaginam saat berdefekasi perlu dicurigai kemungkinan adanya karsinoma servik tingkat lanjut. Adanya bau busuk yang khas memperkuat dugaan adanya karsinoma anemia akan menyertai sebagai akibat perdarah pervaginam yang berulang.
Rasa nyeri akibat infiltrasi sel tumor keserabut saraf memerlukan pembiusan umum untuk dapat melakukan pemeriksaan dalam yang cermat, khususnya pada lumen vagina yang sempit dan dinding yang seklerotik dan meradang. Gejala lain yang dapat timbul ialah gejala-gejala yang disebabkan oleh metastasis jauh. Sebelum tingkat akhir, penderita meninggal akibat perdarahan yang eksesis, kegagaln faal ginjal akibat nfiltrasi tumor ke urether sebelum memasuki kandung kemih, yang menyebabkan obstruksi total.
b. Korpus uterus Tumor ganas korpus uterus dianggap primer jika berasall dari endometrium atau miometrium. Jika tredapat proses diendometrium dan endoserviks dan tidak dapat dipastikan dari mana asalnya maka tumor ganas tersebut dianggap sebagai tumor ganas uterus bila hasil histologik menunjukan jenis epidermoid.
Dianggap sebagai tumor ganas endometrium bila histologik berjenis adeno karsinoma. Frekuensi tumor ganas endometrium akhir-akhir ini meningkat karena usia wanita maningkat, disamping faktor-faktor lain yang memberi predisposisi hingga mempunyai resiko tinggi. Golongan resiko tinggi ialah penderita DM, hipertensi menahun, obesitas, perdarahan difungsional pada wanita subfertil akibat hiperestrogenisme, wanita dengan tumor ovarium yang memproduksi estrogen (tumor sel granulosa), usia perimenopausal (50-60 tahun).
Patologi 90 % tumor ganas korpus uterus adalah adenokarsinoma. Sisanya ialah karsinoma epidermoid, adenoakantoma, sarkoma dan karsino sarkoma. Gambaran klinik Pada awal dari penyakit pemeriksaan ginekologi tidak menghasilkan apa-apa. Penyakit biasanya tersembunyi dan membahayakan. Dalam banyak kejadian gejalanya dikaitkan dengan menopause berubah getah vagina kemerahan atau sesudah menopause. Rasa sakit dan perasaan rahim berkontraksi sering dikeluhkan. Dengan berlanjutnya proses berbagai keluhan tekanan akibat membesarnya korpus uterus dapat ditemukan. Pembesaran dan fiksasi uterus akibat infiltrasi sel ganas kedalam para metrium baru terjadi pada tingkatan lanjut. Setiap wanita pada masa klimakterium atau menepause yang mengalami perdarahan abnormal dari rahim, harus dicurigai akan adanya karsinoma endometrium.
c. Khoriokarsinoma
Merupakan neoplasma ganas yang timbul dari korion embrional dimana kedua lapisan epitel trofoblas terlibat. Uterus merupakan lokasi utama dari pertumbuhan dari primer tumor ini. Koriokarsinoma yang primer dapat berasal dari ovarium. Etiologi Kehamilan dalam jarak interval pendek : mal nutrisi dengan defisiensi protein diduga sebagai faktor penyebabnya.
Gejala klinik Dapat menyerupai kelainan ginekologi seperti abortus, atau perdarahan difungsional. Ditemukannya sel koriokarsinoma dalam kuretemen diagnostik. Akan tetapi bila mana pertumbuhan sel ganas terdapat didalam miometrium, akan luput dari sendok kuret, maka hasil biopsi dapat menjadi negatif palsu.
Ciri khas koriokarsinoma adalah bahwa tumor itu mensekresi HCG yang dapat dideteksi dalam air kemih penderita. OVARIUM Karsinoma ovarium metastatik Karsinoma ini biasanya bilateral dan solid.tumor primernya berasal dari korpus uterus, usus-usus,kelenjar tiroid. Kurang lbih 6 % dari karsinoma ovarium yang ditemukan saat operasi adalah metastatik. Termasuk dalam golongan ini adalah tumor krukenberg, yang mempunyai gambaran mikroskopik khas, berupa sel-sel yang menyerupai cincin signed ditengan-tengah stroma.
Gejala-gejala karsinoma metastatik pada umumnya mempunyai hubungan dengan tumor primernya,akan tetapi kadang kala adanya tumor yang mengisi rongga panggul disertai ascites menutupi gejala tumor primernya.
Diagnosis didasarkan atas 3 gejala atau tanda yang biasanya muncul dalam perjalanan penyakitnya yang sudah agak lanjut : gejala desakan yang dihubungkan dengan pertumbuhan primer dan infiltrasi kejaringan sekitar gejala diseminasi atau penyebaran yang diakibatkan oleh implantasi peritoneal dan bermanifestasi adanya ascites gejala hormonal yang bermanifestasi sebagai defeminisasi, maskulinisasi atau hiperestrogenisme : intensitas gejala ini sangat berfariasi dengan tipe histologi tumor dan usia penderita.
Prosedur pemeriksaan
1. keganasan pada vulva melakukan konsultasi ke dokter untuk mendapat penmeriksaan sikologi cairan luka(ulkus) dan biopsi ulkus
2. keganasan vagina dalam menghadapi keganasan vagina atau keganasan alat reproduksi unmunya, bidan selalu harus melakukan pemeriksaan dalam dan melihat dengan spekulum. Keganasan vagina dapat dalam bentuk perlukaan dengan tepi padat dan menonjol, ulkus mudah berdarah, berntuk bunga kol dan tampak cairan yang bercampur darah. Bidan sebagai tenaga terlatih dapat mengambil cairan untuk pemeriksaan sitologi. Lebih lanjut bidan melakukan rujukan bila mencurigai kemungkinan keganasan ke dokter ahli, puskesmas atau RS.
3. keganasan mulut rahim gejala klinis stadium muda yaitu tanpa keluhan di temukan secara kebetulan, beser putih yang sulit sembuh, kontak berdarah, dan spoting gangguan patrun menstruasi.
Gejala klinis tersebut merupakan gejala stadium dini keganasan mulut rahim yang perlu mendapat perhatian bidan. Gejala klinis dalam stadium lanjut di antaranya beser putih di sertai darah, beser puti yang berbaau perdarahan berkelanjutan dan di sertai gejala anaksbar (metastase ) keganasan.
Bidan mengannurkan pemeriksaan pasca persalinan atau masa perpurium yaitu hari ke 42 (6 minggu) karena perlukaan servik (porti uteri). Setelah persalinan dapat menjadi tityik awal degenerasi ganas mulut rahim. Mulut rahim yang luka perlu di obati dengan nitrosargenti tinguna, albutil tingtura,temokauter, komisassi. Di samping itu di anjurakan untuk pemeriksaan papsmir.
Tehnik pengambilan cairan adalah
o spekulum di pasang tanpa melakukan pembilasan vulva
o ambilah lidi kapas, untuk mengambil cairan yang dapat pada kanalis servik (portio), uteri, daerah vornik posterior, daerah vornik lateralis
o ioleskan pada objek gelas
o masukan ke dalam kantong plastik
o bilas dengan alkohol 95 %-96% sekitar 5 menit
o keringakan di udara terbuka
o paparan parsmir telah siap di kirim ke dokter ahli patologi .

LAPORAN PRAKTIK KOMUNITAS


LAPORAN PRAKTIK KOMUNITAS
DI PUSKESMAS PAKAN KAMIS
TANGGAL 1-JULI 2013-13 –JULI 2013

DISUSUN OLEH :
NAMA :ROSSY RAHMIATI
NIM :1101154010278

            CI LAPANGAN: MILDAWATI A,md keb

DOSEN PEMBIMBING : “MEDYA FITRI ,SST “

PRODI D –III KEBIDANAN
STIKES YARSI SUMBAR BUKITTINGGI
TAHUN AJARAN 2012 /2013




LEMBAR PENGESAHAN
PRAKTEK KOMUNITAS PADA KELUARGA BINAAN
DI RANGGO MALAI GADUIT RT   NO  
DESA RANGGO MALAI


DIKETAHUI OLEH :
PEMBIMBING LAPANGAN                                                       PEMBIMBING AKADEMIK



MILDAWATI A,md keb                                                                        MEDYA FITRI S,SIT



DISETUJUI OLEH
KA PRODI D-III KEBIDANAN

“ DEBBY YOLANDA S,SIT “

STIKES YARSI SUMBAR BUKITTINGGI
TAHUN AJARAN 2012 /2013

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA TN  “H
DIJL. LURAH JORONG PGRM
1 .Identitas keluarga
Nama kepala keluarga           : Tn.H
Jenis kelamin                          : Laki-laki
Umur                                       :37 thn
Agama                                     :islam
Suku /bangsa                           : minang /Indonesia
Pendidikan                              :SD
Pekerjaan                                : Wiraswasta
Penghasilan                             : Rp 1500.000/bulan
Status pernikahan                   : sah
Usia menikah suami :25 tahun,istri :  23  tahun
Lama pernikahan :11  tahun
Alamat                                    :JL.Lurah jorong PGRM

11 .Anggota keluarga
No
Nama
Umur
L/P
Hubungan
Keluarga
Agama
Pendidikan
pekerjaan
penghasilan
1
Sastra Dewi
36 thn
p
Istri
Islam
sd
Irt
-
2
Windi bustari
11 tahun
p
Anak
Islam
sd
-
-
3
Selsi anastasia
5 tahun
p
anak
islam
-
-
-



III .Status kesehatan keluarga
No
Nama
Gangguan kesehatan yang sedang /pernah diderita ,kapan ?
Kondisi saat ini
1
Sastra dewi
Hiperemesis gravidarum,sejak mulai pertama hamil
Lila :23 cm
Hb : 10,5gr %





IV .Kematian anggota keluarga (1 tahun terakhir )
No
Nama
Umur
L /P
Penyebab
Bulan,tahun

























a.      Ada /tidak                   : tidak ada
b.      Kapan                          : tidak ada
c.       Tempat                        : tidak ada
d.      Jika tidak,alas an         : tidak ada

2.Kesehatan Ibu Hamil (ditanyakan dan diperiksa langsung,jika ada ibu hamil)
a.      HPHT : 07-april,2013 usia kehamilan    15-16 minggu
b.      Apakah sudah memeriksakan kehamilannya ?
Ø  Sudah :kapan            dimana : dipuskesmas    oleh :bidan nia
Asuhan yang diperoleh :tentang anjuran untuk makan  makanan yang mengandung nutrisi
·         Imunisasi :TT I :  tidak ada           TT II :     tidak ada
·         Tablet tambah darah : sudah /belum,banyaknya :   sudah 1 Tablet 
Ø  Belum , alasan : -
C .Rencana persalinan      :
Ø  Tempat persalinan :dipuskesmas
Ø  Penolong persalinan : bidan
d. Riwayat kehamilan,persalinan,nifas,menyusui yang lalu :
gravida  3   para   2  abortus 0      premature  -    dismature -


Hamil
Ke
Usia
 kehamilan
Persalinan
Penyulit
Kehamilan
Dan persalinan
Nifas dan
Menyusui
Anak
Ket
Tgl
Tempat
Penolong
Jenis
Persalinan
Bb
Pb
L/P
Keadaan lahir
1
Atrem


bps
bidan
normal
Tidak ada
Normal
3.000 gr
48 cm
p
Normal

2
Aterm

bps
bidan
normal
Tidak ada
normal





e.Pemeriksaan fisik
Ø  Tb                                      : 155 Cm                      LILA                 :  23    cm
Ø  Bb sebelum hamil                         : 49      kg                    BB sekarang    : 47kg

Ø  Leopold           I           :Ballotement  +


Ø  Leopold           II          :

Ø  Leopold           III         :

Ø  Leopold           IV         :

Ø  f.Pemeriksaan penunjang
Ø  Hemoglobin :10,5 gr %
Ø  Protein urine :tidak dilakukan pemeriksaan
Ø  Protein urine :tidak dilakukn pemeriksaan
Ø  Glukosa urine :tidak dilkukan pemeriksaan


3.kesehatan ibu nifas (post partum dan post abortus)
a.      Persalinan  /abortus ,tanggal persalinan :
Penolong :                   ,tempat persalinan :
Adakah rencana ikut program kb :ada /tidak ,jenis :berapa lama :                           th
Alas an memilih kontrasepsi :

b.      menyusui
Ø  ya ,asi saja /campuran ,alas an member selain asi :

usia berapa  diberikan MP-ASI :


Ø  Tidak ,alasan :
Sejak kapan   :    ,jenis :        frekuensi :   x/sehari

c.       Kondisi kesehatan
Periode
Asuhan yang
Diberikan
Pemeriksaan fisik
Tfu
Involusi uterus
lochea





















            4.keadaan pus (akseptor kb )
Ø  Ya , jenis :    suntik 1 bulan     ,lama pemakaian    1 tahun
Efek samping :tidak ada
kontrol  ke :  bidan           ,control terakhir :  29 desember 2012
tindakan /pengobatan /nasehat yang diperoleh :

Ø  Tidak ,alasan  : 1
 2
Ø  Apakah ada rencana  ikut KB :    ada       ,jenis :suntik 1 bulan
Alasan  : ingin menunda kehamilan
            5.kesehatan bayi ,balita dan anak usia sekolah


Periode
Imunisasi yang telah
 Diberikan
Tgl ,bln,tahun
Pemberian
Tempat imunisasi
BAYI
Umur :
Ditimbang secara teratur :
·         Ya,
Dimana :
Bb terakhir :

·         Tidak ,
Alasan :
Pemeriksaan fisik saat ini :
BB :       ,PB :   

Bcg


Polio 1


Polio 11


Polio 111


Polio 1v


Dpt 1


Dpt 11


Dpt 111


Campak


Hepatitis B


Lain –lain


BALITA
Umur :    5 tahun
Ditimbang secara teratur :
·         Ya,
Dimana :
BB terakhir :
·         Tidak ,
Alasan :
Pemeriksaan fisik saat ini :
BB :  15 kg        , PB :   cm
Bcg


Polio 1


Polio 11


Polio 111


Polio 1v


Dpt 1


Dpt 11


Dpt 111


Campak


Hepatitis B


Lain –lain


Ulangan jenis


ANAK USIA SEKOLAH
Umur : 11 tahun
Ditimbang secara teratur :
·         Ya,
Dimana :
BB terakhir :
·         Tidak ,
Alasan :
Pemeriksaan  fisik saat ini :

Bcg


Polio 1


Polio 11


Polio 111


Polio 1v


Dpt 1


Dpt 11


Dpt 111


Campak


Hepatitis B


Lain –lain


Ulangan jenis


6        .kesehatan remaja (12 -21 tahun )
a.Menstruasi
Ø  Menarche :     tahun
Ø  Siklus   :           hari
Ø  Lama   :             hari
Ø  Apakah artinya apabila seseorang sudah menstruasi :
Ø  Usia kawin  yang baik bagi wanita  :                                       tahun
Ø  Bila kurang dari itu apa dampaknya :
Ø  Bila lebih apa dampaknya  :

b.kegiatan social yang diikuti :wirid
c.apakah anda tahu dengan narkoba : tahu
d.bila tahu apa dampak dari pengguna narkoba : tubuh menjadi mudah sakit,emosi tidak terkontrol
e.bila tahu tentang penyakit HIV/AIDS
Ø  HIV : penyakit menular sexual ,yang bisa menular melalui hubungan sexual yang berganti-ganti pasangan .
Ø  AIDS : penyakit menular sexual
Ø  Bila tahu bagaimana  cara penanggulangannya : tidak gonta –ganti pasangan
Ø  Apa bahaya penyakit aids tersebut  : bisa menyebabkan kematian


7.kesehatan ibu dalam masa kehamilan dan menopause

a.menstruasi
Ø  Apakah masih haid :
o   Ya, siklus :      hari,teratur /tidak ,lama :   hari
o   Tidak ,sejak kapan :07 april 2013
Keluhan :tidak ada
            b.kegiatan social dan lingkungan keluarga
a.      Status rumah :semi permanen
b.      Sumber penerangan : listrik
c.       Sumber air bersih :Bak yang ditampung air hujan
d.      Penampungan air minum :air sumur
e.      Pembuangan sampah : dibakar
f.        Kamar mandi :semi permanen
g.      Pembuangan tinja :
h.      Pembuangan air limbah :selokan
i.        Jarak septitank :
j.        Kandang ternak :tidak ada
k.       Denah rumah :




          



            9.kebiasaan hidup sehari-hari
a.      Makan dan minum
Frekuensi :  3 x sehari
Pengolahan makanan :masak sendiri
Menu makanan :
·         Pagi :Nasi+lauk+sayur

·         Siang :Nasi+lauk+sayur
·         Malam :Nasi+lauk+sayur

Istirahat dan tidur
Lama istirahat siang :2 jam
Lama istirahat malam:8 jam

b.      Sarana hiburan :Televisi
c.       Pemanfaatan waktu senggang :Menjahit
d.      Kebiasaan keluarga yang merugikan (merokok ): ada


10.lain –lain
a.jaminan kesehatan : ada
b.jenis :Askeskin
c.kegiatan jaringan sosial yang diikuti : ada
d.jenis : (arisan,ambulan desa ,tubulin ,donor darah ): ambulan desa

e.informasi kesehatan yang pernah diperoleh :ada /tidak :ada
f.jenis :tentang nutrisi

a.      Penjajakan kesehatan tahap 1
Hari/tanggal : senin 01juli 2013
Rencana asuhan :  mengkaji data ibu
b.      Penjajakan kesehatan tahap 11
Hari/tanggal : selasa 02 juli 2013
Rencana asuhan :  - Anjurkan ibu makan sering dalam porsi sedikit
-          Anjurkan ibu mengkonsumsi tablet fe,tomat n sayuran yang mengandung zat besi
c.       Penjajakan kesehatan tahap 11 1
Hari/tanggal :jum’at05 juli 2013
Rencana asuhan :
            d.penentuan prioritas masalah
ü  Pengkajian data subjektif
ü  Pengkajian data objektif
ü  Assassement
ü  Rencana asuhan
ü  Intervensi

No
Kriteria
Perhitungan
Score
Pembenaran











            e.pemecahan masalah
No
Masalah
Kebidanan
Tujuan
Rencana kebidanan
Implementasi
Evaluasi


























Hiperemesis gravidarum

No
Kriteria
Skor
Bobot
Perhitungan
Pembenaran
1
Sifat masalah
Skala:
Tidak/kurang sehat           
Ancaman kesehatan
Keadaan sejahtera


  3
  2
  1
2
2/3 2
0,34
2
Kemungkinan masalah
Dapat diubah :
Skala :
Mudah
Sebagian
Tidak dapat



 2
 1
 0

 1
½ 1
0,5
3
Potensi masalah untuk dicegah
Skala :
Tinggi
Cukup
Rendah



3
2
1
1
1/3 1
0,34
4
Menonjolnya masalah
Skala :
Masalah berat,harus segera ditangani
Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani
Masalah tidak dirasakan


 2

 1

0
1
1/3 1
0,33
5
Jumlah











Anemia
No
Kriteria
Skor
Bobot
Perhitungan
Pembenaran
1
Sifat masalah
Skala:
Tidak/kurang sehat           
Ancaman kesehatan
Keadaan sejahtera


  3
  2
  1
2
2/3 2
1,34
2
Kemungkinan masalah
Dapat diubah :
Skala :
Mudah
Sebagian
Tidak dapat



 2
 1
 0

 1
½ 1
0,.5
3
Potensi masalah untuk dicegah
Skala :
Tinggi
Cukup
Rendah



3
2
1
2
2/3 2
1,34
4
Menonjolnya masalah
Skala :
Masalah berat,harus segera ditangani
Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani
Masalah tidak dirasakan


 2

 1

0
2
2/2 2
2
5
Jumlah

7










1. PENGKAJIAN
A.DATA SUBJEKTIF
1.      Identitas / Biodata
Nama ibu                    :Ny.S                            Nama suami                : Tn.H
Umur                           : 36 tahun                    Umur                           : 37 tahun
Suku / bangsa              : indonesia                   Suku/bangsa                : Indonesia
Agama                         : islam                         Agama                         : Islam
Pendidikan                  :sd                                Pendidikan                  : sd
Pekerjaan                    :IRT                              Pekerjaan                    : Petani/pekebun
Alamatrumah              :Lurah jorong PGRM   Alamat kantor             : -
RT / RW                       : -                    
Kelurahan                    :-
Kecamatan                  : -
 Wilayah                      :  kabupaten agam
Telp                             :
Alamat Kantor             : -
Telp Kantor                 : -
2.      Alasankunjungan         :
3.      Keluhan           :
4.      RiwayatObstetri
a.      RiwayatMenstruasi
Haidpertama         : 17 tahun                                Teratur / tidak            :Teratur
Siklus                     : 28 hari                                   Lamanya         : 7 hari
Banyaknya             : 3x gantiduk                           Sifatdarah       :Kental
Dismenorhea        : Ya                                          Warnadarah    :Merah

b.      RiwayatPerkawinan
   Status Perkawinan         : Menikah
   Kawin I                                       : Umur :23Tahun, denganSuamiumur : 25 Tahun
Lamanya                                 :11 Tahun,Anak : 2 orang, abortus :  Tidak ada

5.      RiwayatKehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu
Anak
ke
Kehamilan
persalinan
nifas

ANC
TT
UK
Penyulit
TTL
JP
Penolong
tempat
komplikasi
BB/PB
JK
Keadaan nifas
involusi
laktasi
1








Tidak ada
3000/48Cm

normal
40 hari
ASI
2















6.      RiwayatKontrasepsi
a.      Jenis                                  :suntik 1 bulan
b.      Lama pemakaian              : 1 tahun
c.       Alasanberhenti                  :ingi mempunyai anak
d.      Efeksamping                     : tidak ada

7.      RiwayatKehamilansekarang
a.      BB sebelumhamil              : 49 Kg
b.      Kehamilanini                     :Direncanakan
c.       Trimester I
ANC                                   : 2x ke Bps
Keluhan                             : Mual muntah
Anjuran                             : Istirahat, makan sedikit tapi sering
Therapi                              : Multivitamin
Imunisasi                           : 1x kehamilan 2 bulan
Tandabahaya                    :Tidakada
d.      Trimester II
ANC                                   : tidak ada
Keluhan                             :tidak ada
Anjuran                             : tidak ada
Therapi                              :tidak ada                   
Tandabahaya                    :tidak ada
Pergerakanjaninpertama kali dirasakan:


e.      Trimester III
ANC                                   : tidak ada
Keluhan                             : tidak ada
Anjuran                             : tidak ada
Obat-obatan                      : tidak ada
Imunisasi                           : tidak ada
Tandabahaya                    : tidak ada
Riwayat kesehatan
a.      Riwayat penyakit sistemik            :Tidak ada
b.      Riwayat penyakit menular            :Tidak ada
c.       Riwayat kembar                            :Tidak ada
d.      Riwayat keturunan                        :Tidak ada
e.      Prilaku kesehatan
1)      Merokok                      :Tidak ada
2)      Jamu                            :Tidak ada
3)      Obat-obatan                :Tidak ada
4)      Iritasi vagina               :Tidak ada
f.        Polakegiatansehari – hari
1)      Nutrisi
a.      Makan
Makansebelumhamil        :3xsehari
Makan sekarang               :3xsehari
Menu                                 : roti+air teh
Keluhan                             :Tidakada
Makanterakhir                  :Tadi pagi. Jam:08.00 WIB

b.      Minum
Minumsebelumhamil       :4gelas/hari
Minumselamahamil         :5gelas/hari
Jenis                                  :Airputih,
Keluhan                             :Tidakada
Minumterakhir                 :Tadipagi. Jam:9.00 WIB

g.      Polaeliminasi& Personal Higiene
                    BAK                                                                                    BAB
Frekuensi         : 3 xsehari                                           Frekuensi         : 1x sehari
Warna             : Kekuningan                                       Warna : Kecoklatan
Bau                  : Pesing                                                Konsistensi:Lunak
Keluhan           :Tidak ada                                            Keluhan          : Tidak ada

                                    Personal Higiene
Mandi                          : 2x sehari
Keramas                      : 2x sehari
Gosokgigi                    : 1x sehari
Gantipakaiandalam    : 2x sehari
Gantipakaianluar        : 1x sehari
h.      IstirahatdanTidur
Lama istirahat Siang          : 2 Jam
Lama IstirahatMalam        : 8 Jam
Keluhan                              : Tidak ada

i.        PolaSeksualitas
Frekuensi                           : 2x seminggu
Keluhan                             : Tidakada

j.        Kegiatansehari-hari                      :  IbuRumah Tangga ,

8.      KegiatanPsikososial, Spiritual, Kultural
               Psikologis     : Ibu senang dengan kehamilannya ini.
            Sosial               : Ibu sangat dekat dengan keluargadan lingkungan sekitar.
            Spiritual           : Ibu ada mengerjakan sholat 5 waktu dan mengaji.
            Kultural           : Ibu tidak percaya dengan mitos-mitos.

B. DATA OBJEKTIF
1.      DATA UMUM
            Kesadaran       : Compos mentis
            Posturtubuh     :Lordosis
            TB                    : 155 cm
            BB                    : 47 kg, BB sebelum hamil 49kg
            LILA                 : 23 cm
Tanda-tanda vital
Suhu                : 36,1
TD                    : 100/60
Pernapasan     :24x/i
Nadi                 :80x/i

2.      DATA KHUSUS
a.      Kepala
Warnarambut                   :Hitam
Pediskulushumanus           :Tidakada
Ketombe                            :Tidakada       
Kerontokan                        :Tidakada
Pembengkakan                 :Tidakada

b.      Muka
Oedema                            :Tidakada
Pucat                                 :Tidakada
Cloasmagravidarum         :Tidakada

c.       Mata
Simetris                             :Kiridankanan
Palpebra                            :Tidak oedema
Konjungtiva                       :Merahmuda
Skhlera                              :Jernih

d.      Hidung
Simetris                             :Kiridankanan
Kebersihan                        :Tidakadasecret
Ada lobang                        : Ada
Pembengkakan                 :Tidakada

e.      Telinga
Simetris                             :Kiridankanan
Kebersihan:                       :Tidakadaserumen     
Ada lobang                        : Ada
Pembengkakan                 :Tidakada
Pendengaran                     :Aktif

f.        Mulutdangigi
Bibir                                  :Simetrisatasdanbawah
Stomatitis                          :Tidakada
Lidah                                 :Bersih
Tonsil                                 :Tidakmeradang
Caries                                : Ada
Caries dentis                     :Tidakada
g.       Leher
Kelenjerlimfe                    :Tidakterjadipembengkakan
Kelenjertyroid                   :Tidakterjadipembengkakan
Vena jugularis                   :Tidakterjadipelebaran

h.      Dada (payudara)
Simetris                             :Kiridankanan
Striae                                 :Tidakada
Aerolamamae                   :Hiperpigmentasi
Papilla mamae                  :Menonjol
Retraksi                             :Tidakada
Massa                                :Tidakada                   
Pengeluaran                      :tidak ada
Kebersihan                        :Payudarabersih

i.        Abdomen
Perbesaranperut                           :Sesuai dengan usia kehamilan
Bekaslukaoperasi                          :Tidakada
Striaegravidarum                          :Striae albican
Linea                                             :Nigra
Lingkaran bandle                          :Tidak ada
Leopold I                                       :Ballotement +
Leopold II                                      :
Leopold III                                     :
Leopold IV                                     :

TFU (cm)                                       :
TBBJ                                              :          

j.        Ekstremitas
Atas
Oedema                            :Tidakada
Sianosis                             :Tidakada
Pergerakan                       :Aktif
Kebersihan                        :Bersih

Bawah
Oedema                            :Tidakada
Sianosis                             :Tidakada
Pergerakan                       :Aktif
Varices                              :Tidakada
Kebersihan                        : Kuku bersih
Reflek patella                    :Aktif
k.       Vagina
Lendir bercampur darah : Tidak ada
Kemerahan                       : Tidak ada
Varices                              : Tidak ada
Oedema                            : Tidak ada
II.INTERPRESTASI DATA
a.Diagnosa:
parturien ,G3 P2 A0 H2,usia kehamilan 38-39 minggu,Janin hidup tunggal,Intrauterin,letkep V puki, fase aktif,panggul sempit,Keadaan ibu & janin baik.

b.Data Dasar
            • Ibu mengatakan hamil anak ke-3
            • Ibu mengatakan tidak pernah keguguran
            • Ibu mengatakan punya anak 2 orang
            TB        :155cm
HPHT   : 07 april 2013
TP        :14 januari 2014
Leopold :
• Leopold 1                 :Ballotement +
            • Leopold 2                 :
                                               
• Leopold 3                 :
            •Leopold 4                  :
            TTV:
TD: 120/70mmHg,      S:37,5ᵒ c,         N:78x/i,           P:20x/i
b. Masalah :ibudengan hiperemesis gravidarum
c. Kebutuhan :
1.      Hubungan baik
2.      Informasi hasil pemeriksaan
3.      Pemeriksaan laboratorium (HB)
4.      Inform choice
5.      Persiapan pasien
                       
III IDENTIFIKASI MASALAH DAN DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV TINDAKAN SEGERA kolaborasi/rujukan
Tidak ada
V RENCANA ASUHAN
1.      Jalin hubungan baik
2.      Beri informasi hasil pemeriksaan
3.      Pantau pengawasan kala I
4.      Pemeriksaan HB
5.      Meminta persetujuan pasien dilakukan SC
6.      Persiapan pasien pra SC

VI PELAKSANAAN
1.      Menjalin hubungan baik kepada ibu
            -Menyambut ibu dengan baik
            -Memberikan rasa aman dan nyaman kepada ibu

2.      Memberikan informasi tentang hasil pemeriksaan keadaan ibu dan janinnya dalam keadaan normal yaitu TTV TD: 120/70 MmHg, Nadi : 78x/I DJJ : 128x/i
3.      Melakukan pemeriksaan HB
HB       : 12gr%
4.      Memberikan informasi kepada ibu bahwa ibu tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal karena panggul ibu mempunyai bidang yang kecil sehingga tidak memungkin bayi untuk melaluinya,sehingga ibu di anjurkan untuk melakukan SC
5.      Meminta persetujuan kepada pasien untuk melakukan persalinan secara SC agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan kepada ibu dan bayi.
6.      Persiapan pasien untuk melakukan SC
1)      Di ruang perawatan, pasien harus puasa 6 jam
2)      Dilakukan skin test antibiotik pada tangan pasien,guna untuk mengetahui alergi atau tidak ibu pada antibiotik tersebut
3)      Pasang infus RL
4)      fibridding
5)      Dipasang folly cateter.
6)      Baringkan pasien pada posisi tidur

7)      Sebelum masuk ke kamar operasi di ganti dengan baju/tutup badan untuk di kamar operasi.
8)      Membawa obat yang telah disiapkan untuk kepentingan operasi
VII.EVALUASI
1.      Hubungan yang baik antara ibu dan bidan sudah terjalin dengan baik
2.      Ibu sudah mendapatkan informasi tentang hasil pemeriksaan
3.      Pengawasan kala I telah dilakukan,namun hasilnya tidak memu ngkinkan untuk melakukan persalinan secara normal
4.      HB dalam batas normal dan bisa dilakukan SC
5.      Ibu sudah tau penjelasan yang telah di jelaskan oleh tenaga kesehatan
6.      Ibu sudah setuju untuk melakukan persalinan secara SC
7.      Telah di lakukan persiapan pasien untuk melakukan persalinan secara SC

















KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya kepada saya sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “kehamilan dengan HIPEREMESIS GRA IDARUM “atas terselesaikannya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak .untuk ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan moril maupun material sehingga Saya dapat menyelesaikan makalah ini .
2.      Ibu Medya fitri s,sitselaku  dosen mata kuliah askeb V yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan makalah ini.
3.      Teman-teman seangkatan yang telah memberikan motivasi yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Saya menyadari bahwadalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna oleh karena  itu  kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah dimasa yang akan datang.namun demikian penulis berharap,semoga apa yang sudah  penulis persembahkan ini dapat bermanfaat khususnya pada penulis dan pembaca pada umumnya.




Penulis                        





DAFTAR ISI

Halaman   

KATA PENGANTAR............................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I : PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang........................................................................... 1
I.2 Tujuan ........................................................................................ 1
                  I.2.1 Umum................................................................................ 2
                  I.2.1 Khusus............................................................................... 2
                  1.2.2 Waktu dan tempat
BAB II : TINJAUAN TEORITIS
       2.1 Pengertian....................................................................................... 3
       2.2 Etiologi............................................................................................ 4
       2.3 Tanda Gejala................................................................................... 4
       2.4 Patofisiologi.................................................................................... 5
       2.5 Pencegahan..................................................................................... 5
       2.6 Penanganan..................................................................................... 5
BAB III : TINJAUAN KASUS
       3.1 Pengkajian....................................................................................... 7
       3.2 Interprestasi data........................................................................... 11
       3.3 Identifikasi masalah dan diagnosa potensial................................. 12
       3.4 Tindakan segera............................................................................ 12...........
       3.5 Rencana asuhan............................................................................. 13...........
       3.6 Pelaksanaan................................................................................... 13
       3.7 Evaluasi......................................................................................... 14
BAB IV : PENUTUP
       4.1 Kesimpulan................................................................................... 15
       4.2 Saran............................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 16























BAB II
PEMBAHASAN
 TINJAUAN TEORI

1. DEFINISI
                 Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi
(Sinopsis Obstetri 1, 195)
                 Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan sehingga pekerjaan sehaIr- hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk
(Kapita Selekto 1, 259)
                 Hiperemesis gravidarum tingkat 1 adalah muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum, menimbulkan rasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan turun dan nyeri epigastrum. Frekuensi nadi pasien naik sekitar 100x permenit, tekanan darah sistolik turun, turgor kulit berkurang, lidah kering dan mata cekung (Kapita Selekto 1, 259)
Hiperemesisi gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan membuat keadaan umum menjadi lebuh buruk.
(arif 1999)
                mual dan muntah yang berlebihan sehingga pekerjaan sehari-haridan bahkan membahayakan kehidupannya (Manuaba 2011)

                Mual dan muntah selama kehamilan biasanya di sebabkan oleh perubahan dalam sistem endokrin yang terjadi selama kehamilan, terutama disebabkan oleh tingginya fluktuasi kadar hCG (human Chorionik gonadotropin), khususnya karena periode mual dan muntah gestasional yang paling umum adalah pada 12-16 minggu pertama, yang pada saat itu hCG mencapai kadar tingginya. hCG sama dengan LH (luteinizing hormon) dan di sekresikan oleh sel-sel trofoblas blastosit. hCG melewati kontrol ovarium di hipofisis dan menyebabkan korpus luteum terus memproduksi estrogen dan progesteron, suatu fungsi yang nantinya diambil alih oleh lapisan korionik plasenta.
Keluhan ini secara umum dikenal sebagai “morning sickness” karena terasa lebih berat pada pagi hari.Namun, mual dan muntah dapat berlangsung sepanjang hari.Rasa dan intensitasnya seringkali dideskripsikan menyerupai mual muntah karena kemoterapi untuk kanker.

PENYEBAB
                Kejadian hiperemesis gravidarum belum diketahui dengan pasti. Tetapi beberapa faktor predisposisi dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Faktor adaptasi dan hormonal
Pada wanita hamil yang kekurangan darah lebih sering terjadi hiperemesis gravidarum. Dapat dimasukkan dalam ruang lingkup faktor adaptasi adalah wanita hamil dengan anemia, wanita primigravida dan over distensi rahim pada hamil ganda dan hamil mola hidatidosa.Sebagian kecil primigravida belum mampu beradaptasi terhadap hormon estrogen dan khorionik gonadrotropin, sedangkan pada hamil ganda dan mola hidatidosa, jumlah hormon yang dikeluarkan terlalu tinggi dan menyebabkan terjadi hiperemesis gravidarum itu.
2. Faktor psikologis
Hubungan faktor psikologis dengan kejadian hiperemesis gravidarum belum jelas. Besar kemungkin bahwa wanita yang menolak hamil, takut kehilangan pekerjaan, keretakan hubungan dengan suami dan sebagainya, diduga dapat menjadi faktor kejadian hiperemesis gravidarum.
                1. Faktor alergi
Pada kehamilan, di mana diduga terjadi invasi jaringan villi korialis yang masuk ke dalam peredaran darah ibu, maka faktor alergi dianggap dapat menyebabkan kejadian hiperemesis gravidarum. (Manuaba, 1998. hal: 209).
KLASIFIKASI
                Tingkat Hiperemesis Gravidarum Tanda dan gejala
Tingkat Pertama :
1. muntah yang terus menerus disertai dengan intoleransi terhadap makan dan minum.
2. penurunan berat badan
3. nyeri epigastrium karena asam lambung meningkat dan terjadi regurgitasi ke esofagus
4. Pertama-tama isi muntahan adalah makanan, kemudian lendir beserta sedikit cairan empedu, dan kalau sudah lama bisa keluar darah.
pada pemeriksaan fisik :
a. mata cekung
b. lidah kering
c. turgor kulit menurun
d. urin sedikit berkurang.
5. Frekuensi nadi meningkat sampai 100 kali/menit
e. tekanan darah sistolik menurun

Tingkat Kedua :
1. pasien memuntahkan segala yang dimakan dan diminum
2. berat badan cepat menurun
3. ada rasa haus yang hebat
pemeriksaan Fisik :
a. Pasien terlihat apatis
b. Pucat
c. lidah kotor
d. kadang ikterus karena fungsi ginjal terganggu
e. ditemukan aseton dan bilirubin dalam urin.
f. Frekuensi nadi 100-140 x/i
g. tekanan darah sistolik 100 kali per menit).
                2. Eliminasi
Pcrubahan pada konsistensi; defekasi, peningkatan frekuensi berkemih Urinalisis : peningkatan konsentrasi urine.

                3. Makanan/cairan
Mual dan muntah yang berlebihan (4 – 8 minggu) , nyeri epigastrium, pengurangan berat badan (5 – 10 Kg), membran mukosa mulut iritasi dan merah, Hb dan Ht rendah, nafas berbau aseton, turgor kulit berkurang, mata cekung dan lidah kering.

                4. Pernafasan
Frekuensi pernapasan meningkat.

                5. Keamanan
Suhu kadang naik, badan lemah, icterus dan dapat jatuh dalam koma

                6. Seksualitas
Penghentian menstruasi, bila keadaan ibu membahayakan maka dilakukan abortus terapeutik.

                7. Interaksi sosial
Perub
ahan status kesehatan/stressor kehamilan, perubahan peran, respon anggota keluarga yang dapat bervariasi terhadap hospitalisasi dan sakit, sistem pendukung yang kurang.

                8. kebutuhan dasar
a. Segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan, apalagi apalahi kalau belangsung sudah lama
b. Berat badan turun lebih dari 1/10 dari berast badan normal
c. Turgor kulit, lidah kering
d. Adanya aseton dalam urine